Senin, 20 April 2015
Teori dan Konsep Etika
TEORI DAN KONSEP ETIKA
A. Pengertian Etika
Apa
sih itu etika? Etika sebenarnya berasal dari bahasa Yunani Kuno, Ethikos yang
berarti timbul dari kebiasaan. Secara bahasa etika berati studi untuk
memahami apa yang merupakan kehidupan yang baik dan menaruh perhatian terhadap
penciptaan kondisi bagi orang-orang untuk mencapai kehidupan yang baik
tersebut.
Etika terbagi menjadi 3 konsep bagian
utama:
1. Meta-etika, suatu jalan atau konsepsi menuju benar atau
tidaknya suatu tindakan.
2. Etika Normatif, menilai suatu etika itu seharusnya dijalankan atau
tidak.
3. Etika Terapan, pemahaman bahwa etika adalah pengetahuan
praktis.
B. Sejarah Singkat Etika
· Etika Filsafat
Yunani Kuno: Socrates, Plato, Aristoteles.
Menurut
Socrates, objek utama dari aktivitas manusia adalah kebahagiaan, dan sarana
yang diperlukan untuk mencapainya adalah kebajikan. Plato menyatakan bahwa summum
bonum terdiri atas imitasi sempurna dari Tuhan, baik yang mutlak,
tiruan yang tidak dapat diwujudkan sepenuhnya dalam hidup ini. Aristoteles
lebih memilih untuk mengambil fakta-fakta pengalaman sebagai titik awalnya,
menganalisis secara akurat, dan berusaha untuk melacak penyebab tertinggi dan
utama.
· Etika Filsafat
Yunani dan Romawi: Hedonisme, Epicurus, Sinis, Stoicisme, Skeptis
Etika
hedonistik menganggap disposisi gembira dan ceria sebagai kebaikan dan
kebahagiaan tertinggi manusia. Epicurus (341-270 SM) menyatakan bahwa jumlah
total terbesar yang mungkin dari kenikmatan spiritual dan sensual, dengan
kemungkinan kebebasan terbesar dari ketidaksenangan. Para Sinis mengajarkan
kebalikan dari Hedonisme, yaitu bahwa kebajikan saja sudah cukup untuk
kebahagiaan, bahwa kesenangan adalah kejahatan, dan bahwa manusia benar benar bijaksana
atas hukum manusia. Kaum Stoa berusaha memperbaiki dan menyempurnakan pandangan
Antisthenes. Cicero memberikan sebuah eksposisi lengkap dari kebajikan kardinal
dan kewajiban terhubung dengan mereka.
· Etika:
Sejarah Moralitas Kristen
Santo
Paulus mengajarkan (Roma, ii, 24 persegi), Tuhan telah menulis hukum moral di
hati semua orang. Hukum ini memanifestasikan dirinya dalam hati nurani setiap
orang dan adalah norma yang menurut seluruh umat manusia akan dinilai pada hari
perhitungan.
· Etika:
Sejarah Filsafat Abad Pertengahan Etika
Sebuah garis tajam
pemisahan antara filsafat dan teologi, dan khususnya antara etika dan teologi
moral, pertama kali bertemu dengan dalam karya-karya terpelajar besar Abad
Pertengahan, khususnya Albert (1193-1280) Besar, Thomas Aquinas (1225 -1274),
Bonaventura (1221-1274), dan Duns Scotus (1274-1308).
· Etika:
Sejarah Filsafat Etika 1500-1700-an.
· Etika:
Sejarah Filsafat Etika: Kant, John Stuart Mill, Altruisme.
· Etika:
Filsafat Evolusioner, Sosialisme, Nietzsche.
C. Teori Etika
· Teori
Teleleologi.
Teori teleleologi
disebut juga teori konsekuensialis, menyatakan bahwa nilai moral suatu tindakan
ditentukan semata-mata oleh konsekuensi tindakan tersebut. Benar atau salahnya
tindakan ditentukan oleh hasil atau akibat dari tindakan tersebut.
· Teori
Deontologi
Teori
deontologi menekankan pada pelaksanaan kewajiban. Suatu perbuatan akan baik
jika didasari atas pelaksanaan kewajiban, jadi selama melakukan kewajiban
berarti sudah melakukan kebaikan.
· Teori
Keutamaan.
Isu utama dari teori keutamaan adalah
membicarakan tentang karakter yang membuat seseorang sebagai orang baik secara
moral. Keutamaan merupakan disposisi watak yang dimiliki seseorang dan
memungkinnya untuk bertingkah laku baik secara moral. Ada tiga hal yang
mencerminkan keutamaan, tiga hal tersebut adalah:
1. Disposisi
2. Kemauan / kehendak
3. Pembiasaan diri
D. Konsep Moral
· Hak
Hak adalah
suatu klaim yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Macam hak antara lain:
Hak legal dan hak moral; Hak khusus dan hak umum; Hak positif dan hak negatif;
Hak individual dan hak sosial; Hak absolut.
· Keadilan
Aristoteles
mengungkapkan konsep keadilan tradisional yang terdiri dari keadilan universal
dan keadilan khusus (keadilan distributif, kompensasi, dan retributif).
Keadilan distributif adalah keadilan dalam pendistribusian manfaat dan beban.
Keadilan kompensasi berhubungan dengan masalah pemberian imbalan atau
penggantian (kompensasi) kepada seseorang karena kekeliruan atau kesalahan yang
menimpa dan merugikannya. Keadilan retributif berkaitan dengan pemberian
hukuman terhadap pelaku kesalahan.
· Kepedulian
Etika Kepedulian meliputi
jenis-jenis kewajiban yang disebut etika komunitarian. Etika Komunitarian melihat
komunitas dan hubungan komunal konkret memiliki nilai fundamental yang harus
dilestarikan dan dibina.
E. Manfaat dan Fungsi Etika
· Manfaat
Etika
Sekalipun sudah ada norma hukum, etika tetap diperlukan karena:
a. Norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu.
b. Norma hukum cepat ketinggalan zaman.
c. Norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis
dikemudian hari.
d. Etika mensyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran,
keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia dan masyarakat.
e. Asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas.
Beberapa
manfaat etika:
- Mengajak
orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara
otonom; mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib,
teratur, damai dan sejahtera.
- Mencegah 'power
tends to corrupt", Absolute power corrupts absolutely”.
Artinya Kekuasaan cenderung disalahgunakan, jika kekuasaan itu absolut,
penyalahgunaannyapun absolute. Jadi kekuasaan harus disertai
dengan pengawasan dan penegakan hukum. "the end
justifies the means, even at all out” tujuan menghalalkan segala
cara, apapun resikonya, pokoknya menang atau untung, sehingga siapapun
yang merintangi harus disingkirkan atau dilibas.
- Etika
tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana
manusia harus bertindak
- Mencegah
agar orang tidak mengalami krisis moral yang berkepanjangan. Etika dapat
membangkitkan kembali semangat hidup agar manusia dapat menjadi manusia
yang baik dan bijaksana melalui eksistensi profesinya
· Fungsi
etika
a. Fungsi etika dalam tingkah laku dan pergaulan hidup manusia.
Etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis
berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan.
b. Fungsi etika dalam pergaulan ilmiah.
Etika keilmuan menyoroti bagaimana peran seorang mahasiswa, ilmuwan
terhadap kegiatan yang sedang dilakukan (belajar, melakukan riset).
c. Fungsi etika profesi.
Etika profesi dituangkan ke dalam suatu bentuk yang disebut dengan
‘kode etik’. Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional
tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang
tidak benar dan tidak baik bagi profesional.
Sumber: Hadi Lubis, Satria. 2011. Etika Profesi
Pegawai Negeri Sipil Jakarta: Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
About Me
- Unknown
Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar